Categories
Uncategorized

7 Cara Menjadi Orang Tua yang Lebih Baik

Orang tua yang baik Tidak ada yang sempurna. Dalam hal membesarkan anak, banyak orang tua merasa pernyataan ini sulit diterima. Orang tua pasti akan membuat pilihan yang salah pada satu atau lain hal, tetapi daripada menilai kesalahan sekali saja, lebih baik berfokus pada perilaku jangka panjang yang tidak diperhatikan oleh banyak orang tua. Pola asuh yang baik terletak dalam kebiasaan yang dipelajari anak dari ibu dan ayah bersama dengan tindakan rutin. Memperhatikan kehidupan sehari-hari dan reaksi tertentu dapat secara dramatis meningkatkan keterampilan mengasuh anak. Berikut cara-cara menjadi orang tua yang lebih baik.

1. Pimpin dengan memberi contoh

Orang tua dapat meneriaki anak-anaknya sepanjang hari tentang bagaimana menghormati orang lain atau tentang menggunakan kata-kata makian, tetapi pada akhirnya mereka akan mengikuti apa yang mereka lihat. Sejak usia dini anak-anak mengamati orang tua mereka dan bagaimana mereka bertindak. Entah ibu mencoba mengajari bayi sesuatu atau tidak, tindakannya akan berdampak. Hal yang sama berlaku untuk ayah. Jika ayah mudah marah atau ibu suka bersikap kasar kepada orang asing, maka Mike atau Sarah kecil akan mengikuti jejak mereka. Mengajari anak sesuatu secara lisan bisa efektif, tetapi menunjukkan kepada mereka akan memberikan hasil yang jauh lebih signifikan. Ingatlah hal ini saat menjalani rutinitas harian karena anak-anak memperhatikan dan pasti akan meniru orang yang mereka hormati.

2. Biarkan anak-anak melakukan kesalahan

Ini mungkin hal yang paling menantang untuk dilakukan orang tua. Alih-alih membiarkan Sarah membangun menara balok yang pasti akan runtuh, ibu akan campur tangan dan memberitahunya bahwa itu terlalu tinggi. Jika Mike ingin roda latihan dilepas dari sepedanya dan ayah tidak berpikir dia siap untuk berkendara tanpa mereka maka ayah akan tetap memakainya. Pada naluri orang tua berusaha menjaga anak mereka agar tidak terluka atau kecewa, dan dalam banyak kasus hal ini perlu. Namun, langkah-langkah kecil dalam hidup seperti membiarkan mereka membangun balok terlalu tinggi atau mengendarai tanpa roda penggerak sangatlah sehat. Terkadang anak-anak perlu mempelajari apa yang menyebabkan dan akibat dengan istilah mereka sendiri. Mereka perlu merasa kecewa untuk bertumbuh. Ketika mereka membuat kesalahan, pelajarannya akan jauh lebih dalam dan berharga.

3. Biarkan mereka bosan

Percaya atau tidak, tapi kebosanan bisa menjadi hal yang luar biasa. Saat anak bosan dan orang tua tidak langsung menghibur mereka adalah saat mereka mulai mengembangkan karakter. Mereka akan pergi keluar atau berjalan-jalan di sekitar rumah, dengan cara apa pun kreativitas akan mulai mengalir. Perasaan diri mulai berkembang pada berbagai tingkatan. Mereka akan memperhatikan apa yang mereka suka dan apa yang tidak mereka sukai bersama dengan aktivitas eksplorasi yang mereka kuasai. Anak-anak memiliki banyak kreativitas yang meluap di belakang mata mereka dan membantu mereka menemukannya kadang-kadang melibatkan membiarkan mereka pada kebosanan kuno yang baik.

4. Jangan terlalu memaksa

Mengingat semua nasihat di pasar tentang berapa jam seorang anak harus tidur, berapa banyak mereka harus makan atau berapa banyak televisi yang terlalu banyak, banyak orang tua menjadi putus asa karena tidak mencapai standar pengasuhan yang sempurna. Pada akhirnya orang tua secara naluriah akan mengetahui apa yang terbaik untuk anaknya. Jangan memaksa mereka untuk melakukan sesuatu ketika mereka jelas tidak menyukainya, misalnya membuat mereka memainkan permainan yang melibatkan duduk diam dalam waktu lama ketika mereka lebih suka berlari. Mengikuti pedoman orang tua tentang diet dan tidur tidak selalu berarti buruk, tetapi setiap anak itu unik dan harus diperlakukan seperti itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *