Categories
Uncategorized

Konsumsi Biji-bijian Olahan Dapat Menyebabkan Risiko Penyakit Jantung

Penelitian baru yang dipublikasikan di The BMJ menunjukkan korelasi baru antara jenis makanan yang populer dan penyakit jantung. Biji-bijian olahan tinggi menghasilkan sekitar 50% dari asupan kalori harian di seluruh dunia. Studi baru ini menemukan bahwa konsumsi dapat menempatkan orang pada risiko lebih tinggi untuk penyakit kardiovaskular dan kematian.

Orang sering bingung dengan perbedaan antara biji-bijian dan biji-bijian olahan. Biji-bijian utuh mengandung sebagian besar biji-bijian asli yang utuh, seperti yang ditanam oleh tanaman biji-bijian. Biji-bijian olahan diproses untuk menghilangkan beberapa selubung luar atau biji bagian dalam. Biji-bijian utuh juga cenderung lebih tinggi serat makanan, mineral, vitamin, dan asam lemak esensial daripada biji-bijian olahan.

Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa asupan biji-bijian dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian yang lebih rendah, tetapi tidak ada hubungan yang jelas ditemukan untuk biji-bijian olahan. Inilah alasan mengapa peneliti memutuskan untuk mengambil studi baru ini.

Untuk penelitian tersebut, data dianalisis untuk 137.130 orang berusia 35 hingga 70 tahun di 21 negara berpenghasilan rendah, menengah, dan tinggi yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Semua partisipan mengambil bagian dalam studi Prospective Urban and Rural Epidemiological (PURE).

Kuesioner makanan digunakan untuk menilai asupan biji-bijian olahan, biji-bijian, dan nasi putih. Nasi putih diperiksa secara terpisah dari semua biji-bijian olahan lainnya karena lebih dari 60% populasi PURE tinggal di Asia, di mana beras merupakan makanan pokok.

Selama rata-rata 9,4 tahun, kematian akibat penyebab kardiovaskular atau kejadian kardiovaskular serius, termasuk serangan jantung, stroke, dan gagal jantung dilacak.

Risiko Kematian Lebih Tinggi

Ditemukan bahwa kategori asupan biji-bijian olahan tertinggi (setidaknya 350 g atau sekitar tujuh porsi per hari) dikaitkan dengan risiko kematian 27% lebih tinggi dan risiko kejadian kardiovaskular serius 33% lebih tinggi dibandingkan dengan kategori terendah asupan (kurang dari 50 g per hari).

Asupan biji-bijian olahan yang lebih tinggi juga terkait dengan tekanan darah yang lebih tinggi. Namun, tidak ada hubungan signifikan yang ditemukan antara asupan biji-bijian atau nasi putih dengan hasil kesehatan.

Meskipun ini hanya studi observasi, jadi tidak dapat menentukan penyebabnya, para peneliti mampu menganalisis pola diet yang luas dari 21 negara. Ini berarti bahwa hasil tersebut kemungkinan besar dapat diterapkan secara luas pada populasi di seluruh dunia.

Saran yang keluar dari penelitian ini adalah bahwa secara global, asupan yang lebih rendah dari produk olahan harus didorong, dan harus ada penekanan pada peningkatan asupan biji-bijian yang lebih tinggi.
Para peneliti menyimpulkan, “Pengurangan kuantitas dan peningkatan kualitas karbohidrat sangat penting untuk hasil kesehatan yang lebih baik.”


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *