Categories
Uncategorized

3 Alasan Mengapa Anda Tidak Harus Memendam Emosi Anda

Ketika Anda mengalami sesuatu yang menjengkelkan, apakah Anda cenderung menahan perasaan Anda dan berusaha menyembunyikannya? Apakah Anda mencoba memendam emosi untuk bertindak seolah-olah Anda baik-baik saja, meskipun sebenarnya tidak?

Perilaku seperti ini bisa sangat berbahaya bagi Anda, dan bisa membuat hidup Anda semakin buruk. Ada cara yang lebih baik untuk mengatasi perasaan yang rumit daripada dengan menekannya. Berikut adalah 3 alasan mengapa Anda tidak boleh memendam emosi dan cara untuk mengekspresikan diri alih-alih menyimpan semuanya di dalam!

Mengapa Anda Tidak Harus Memendam Emosi Anda

Ingatlah nasihat ini.

1. Menekan Emosi Membuat Mereka Lebih Kuat

Penolakan untuk menerima emosi negatif yang Anda rasakan justru bisa membuatnya semakin membebani. Ketika Anda menekan perasaan buruk itu, Anda tidak akan menyingkirkannya – hanya menyimpannya lebih jauh di kepala Anda saat perasaan itu terbentuk dan dibangun tanpa terselesaikan. Mereka akan kembali untuk menggigit Anda nanti, atau mereka mungkin akan langsung membebani Anda!

Penelitian telah lama menemukan bahwa mengungkapkan emosi negatif dapat menghasilkan lebih banyak emosi positif kondisi kejiwaan. Untuk mengurangi dampak dari perasaan terburuk kita, menyuarakannya secara terbuka dan jujur ​​(dalam situasi yang tepat, tentu saja) dapat membantu mengurangi keparahannya dan mendorong pemulihan dari perasaan tersebut.

Dalam hal emosi yang tertekan, peningkatan kekuatan yang dihasilkan di dalamnya juga dapat menyebabkan:

· Peningkatan Kecemasan

Stres dari penumpukan emosi mungkin mulai menurunkan tingkat stres Anda, menyebabkan Anda merasa lebih cemas dan gelisah.

· Kelelahan Mental

Menghadapi emosi luar biasa yang bahkan tidak Anda sadari masih memengaruhi Anda, perlahan tapi pasti dapat memengaruhi setiap gerakan Anda.

· Negatifitas yang Memburuk

Kapan pun Anda mengalami emosi buruk baru, Anda mungkin merasakannya dengan cara yang jauh lebih intens.

· Kesulitan Dengan Berpikir Positif

Menekan emosi dapat menyebabkan negativitas itu membanjiri Anda, menyebabkan kesulitan untuk bahagia bahkan di saat-saat menyenangkan.

2. Itu Dapat Mengisolasi Anda

Orang sering khawatir bahwa bersikap terbuka tentang emosi akan membuat orang lain tidak menyukainya. Pada kenyataannya, mereka seharusnya mengkhawatirkannya sebaliknya.

Meskipun orang tidak dapat membaca pikiran Anda, sebagian besar memiliki kecerdasan emosional dan empati yang cukup untuk secara tidak sadar menangkap emosi negatif. Orang secara alami, tanpa memikirkannya, menjauh dari “aura” jenis ini.

Berikut adalah beberapa cara spesifik yang dapat mengisolasi emosi yang terpendam:

· Anda Potong Diri Anda

Kebanyakan orang secara alami mulai memotong orang – baik secara langsung atau tidak langsung – ketika mereka memendam perasaan mereka. Anda mungkin berpikir, “toh tidak ada yang peduli padaku,” dan perilaku Anda akan membiarkan pikiran-pikiran ini meresap, membuat Anda kesepian.

· Anda Mengamuk

Memendam emosi menyebabkannya tumbuh lebih kuat, seperti yang telah kita lakukan. Tetapi Anda tidak tahu itu, jadi Anda akan bertindak sangat baik dan normal sampai sesuatu memicu pelepasan emosi tersebut. Kemudian Anda akan mengalami ledakan tiba-tiba atas masalah kecil, menyakiti orang di sekitar Anda.

· Anda Tidak Nyaman Di Sekitar Orang Yang Berjuang

Setiap manusia mengalami emosi negatif, tetapi ketika Anda menahan emosi Anda, melihat orang lain dengan sehat menunjukkan tanda-tanda negatif dapat membuat Anda gugup. Anda bahkan mungkin menilai mereka, berpikir bahwa menunjukkan emosi negatif itu memalukan.

· Anda Bisa Tampak Berwajah Dua

Mereka yang memendam emosi biasanya berperilaku sangat berbeda pada diri mereka sendiri dibandingkan dengan orang lain. Meskipun sebagian besar tidak akan memperhatikan hal ini, mereka yang mengetahui perubahan ini mungkin menganggap Anda tidak jujur ​​atau tidak dapat dipercaya.

Jujur tentang emosi Anda dapat membantu memperkuat hubungan, bukan melemahkannya. Memberi tahu seseorang secara jujur ​​dan positif tentang perasaan Anda dapat membantu memperbaiki masalah dan memberi mereka lebih banyak wawasan tentang suasana hati dan perilaku Anda.

3. Kesehatan Anda Bisa Menderita

Represi emosional memengaruhi lebih dari sekadar kondisi mental dan kemampuan Anda untuk mempertahankannya berpikir positif atau hubungan. Ini juga benar-benar dapat merusak kesehatan fisik Anda, dan ini telah dipelajari dan dicatat sejak lama. Berikut adalah beberapa cara mengemas barang-barang dapat berdampak buruk pada kesehatan Anda:

· Masalah Pencernaan

Anda lebih mungkin mengalami masalah usus jika Anda menghabiskan banyak waktu untuk menghadapi emosi negatif, terutama jika melibatkan stres, kecemasan, dan masalah serupa lainnya.

· Penambahan Berat Badan Yang Tidak Sehat

Emosi yang memendam sering dikaitkan dengan makanan yang lebih buruk dan pilihan ngemil, berkontribusi pada bentuk-bentuk penambahan berat badan yang tidak sehat.

· Sakit kepala

Sakit kepala biasa tanpa penyebab yang berhubungan dengan kesehatan sering kali dapat ditelusuri kembali ke masalah emosional, termasuk kemungkinan Anda akan memendam emosi.

· Umur menurun

Karena masalah kesehatan yang disebabkan oleh emosi yang memendam, banyak orang yang menekan perasaannya mengalami umur yang lebih pendek secara keseluruhan.

· Risiko Kanker

Lebih banyak penelitian masih diperlukan untuk mengonfirmasi hal ini, tetapi perlu dicatat bahwa beberapa bukti menunjukkan bahwa tekanan emosional dapat memperburuk risiko perkembangan kanker.

· Mekanisme Koping yang Buruk

Untuk mengatasi perasaan botol, Anda harus beralih ke beberapa metode yang mungkin bukan yang terbaik untuk kesehatan Anda. Ini mungkin termasuk merokok, minum, makan junk food, pergaulan bebas yang tidak aman, dan penyalahgunaan zat.

Cara Mengekspresikan Diri

Gunakan metode ini untuk mengekspresikan diri Anda. Jangan memendam perasaan Anda.

1. Menulis

Tindakan menuliskan emosi Anda terdengar sangat sederhana, namun hanya sedikit orang yang menyadari betapa hal itu dapat membantu mereka! Penjurnalan, khususnya, telah terbukti sangat bermanfaat dalam berbagai penelitian positif menghasilkan kesehatan mental dan bahkan fisik secara keseluruhan.

Menulis bisa menjadi terapi karena tidak ada yang membaca kata-kata Anda, jadi Anda bebas mengatakan apa pun yang Anda suka. Tidak ada yang bisa menilai Anda, dan Anda tidak perlu khawatir tentang perasaan orang lain saat memilih kata-kata Anda dengan cermat. Jadi lain kali Anda perlu Ekspresikan dirimu, coba tulis! Berikut beberapa tip untuk ekspresi diri yang paling efektif:

  • Jangan mencoba berpegang pada penulisan logis saja; ekspresikan emosi Anda sejujur ​​yang Anda rasakan, bahkan jika itu terdengar kekanak-kanakan atau tidak masuk akal bagi Anda dan bahkan jika emosi itu tidak teratur.
  • Menguraikan emosi; jangan hanya mengatakan sesuatu yang membuatmu sedih. Jelaskan situasinya dan mengapa itu sangat menyakitkan Anda
  • Jangan terlalu memikirkan pekerjaan Anda. Tulis saja apa yang mengalir dan jangan menahan.
  • Secara opsional, Anda dapat membaca ulang tulisan Anda dengan kepala yang lebih jernih nanti untuk merefleksikan emosi Anda dan bagaimana berbuat lebih baik atau menghindari situasi serupa di masa depan.
  • Jika Anda memutuskan untuk membuat jurnal biasa, jangan paksakan diri Anda untuk menulis kalimat panjang setiap hari.

2. Beri Nama Emosi Anda

Terkadang cara termudah untuk mengungkapkan perasaan Anda adalah dengan menyebutkan emosi itu! Kedengarannya sederhana, tetapi bisa sangat bermanfaat bagi Anda berpikir positif. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, menekan emosi sangat buruk bagi kesehatan Anda dan dapat memperburuk perasaan itu.

Dengan menyebutkan apa yang Anda rasakan, Anda secara aktif mengakui emosi Anda, membiarkan emosi tersebut dikonfrontasi dan diselesaikan. Ini sebenarnya bukan hanya cara yang bagus untuk mulai jujur ​​pada diri sendiri, tetapi juga membantu menghilangkan emosi tersebut secara sehat dan alami. Berikut beberapa tip untuk melakukannya dengan efektif!

  • Jangan terlalu umum; lebih spesifik tentang apa yang Anda rasakan daripada hanya mengatakan, “Aku merasa tidak enak.”
  • Jangan takut untuk menggali lebih dalam; Anda merasa marah, tetapi dari mana asalnya dan mengapa?
  • Berbicara kepada diri sendiri dalam upaya mengatasi emosi dan menyebutkannya secara akurat tidak memalukan atau memalukan; gunakan teknik itu jika itu membantu Anda!

Anda dapat berlatih menamai emosi dengan tenang di kepala sehingga Anda dapat melanjutkan teknik ini di ruang publik, tetapi perlu diketahui bahwa ini mungkin tidak seefektif itu!

3. Terlibat Dalam Hobi

Energi emosional negatif bisa sangat membebani Anda. Merupakan ide yang bagus untuk menemukan dan terlibat dalam hobi dan aktivitas untuk membantu mengeluarkan dan mengekspresikan energi itu. Berikut beberapa contoh hal yang dapat Anda lakukan untuk mengekspresikan diri dengan sehat:

  • Berolahraga
  • Bacaan
  • Tarian
  • Membuat karya seni
  • Menjadi sukarelawan
  • Jalan-jalan bersama teman
  • Nyanyian
  • Berkebun
  • Bermain dengan hewan peliharaan

Biarkan diri Anda merasakan emosi Anda dan salurkan ke dalam aktivitas ini. Aktivitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pengalih perhatian, tetapi Anda juga akan mengasah keterampilan dan menggunakan waktu luang serta emosi negatif secara positif dan produktif.

Jika semuanya gagal, ketahuilah bahwa tidak apa-apa untuk beristirahat sejenak. Tidak apa-apa untuk perlu menyendiri dan tidak aktif dengan emosi Anda. Simpan saja di bawah batas waktu, dan jangan berkubang selama berhari-hari!

4. Bicarakanlah

Berbicara dengan seseorang yang Anda percayai tentang emosi Anda adalah cara yang bagus untuk mengekspresikan diri. Melalui mendengarkan, orang lain dapat memberi Anda kontak sosial yang bermakna, validasi lembut emosi Anda, dan, jika diminta, perspektif dan saran dari luar.

Berguna, untuk memulai, meminta orang lain melihat situasi Anda dari perspektif yang lebih rasional. Tetapi bahkan jika Anda hanya ingin melampiaskan dan tidak menerima nasihat, terkadang menyenangkan untuk merasa didengarkan. Berikut beberapa tip untuk membicarakannya secara sehat dan positif:

  • Sebaiknya biarkan orang yang Anda ajak bicara mengetahui niat Anda terlebih dahulu; apakah Anda menginginkan nasihat atau hanya dukungan emosional?
  • Pastikan Anda benar-benar mempercayai orang yang Anda ajak bicara; mereka harus bisa menjaga rahasia, menahan diri untuk tidak menghakimi, dan tidak pernah menggunakan apa yang Anda katakan untuk melawan Anda di masa depan.
  • Jangan tersinggung jika seseorang yang ingin Anda ajak bicara tidak berada dalam ruang mental yang tepat untuk mendengarkan pelampiasan, menawarkan dukungan, atau memberikan nasihat; Batasan emosional itu penting, dan tidak semua orang bisa memberikan apa yang Anda cari!

Tidak ada orang dekat dalam hidup Anda yang membuat Anda merasa nyaman untuk diajak bicara? Coba hubungi hotline bantuan atau jadwalkan janji temu dengan terapis, konselor, atau ahli kesehatan mental serupa. Meskipun mungkin terasa canggung pada awalnya, berbicara dengan para profesional adalah cara yang bagus untuk mengekspresikan diri Anda karena mereka dilatih untuk mendengarkan Anda dengan paling efektif dan memberikan bantuan dengan cara yang aman dan terbukti.

Pemikiran Terakhir Tentang Mengapa Anda Tidak Harus Memendam Emosi Dan Cara Mengekspresikan Diri Anda

Emosi bisa jadi sulit untuk dikelola, tetapi itu tidak berarti bahwa mereka harus disembunyikan. Dengan belajar mengekspresikan diri dan perasaan Anda secara sehat, Anda akan mampu menangani pengalaman negatif tanpa memendam emosi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *